12 Tahun yang lalu.
Aku fikir masa depanku sudah jelas.
laki-laki plin plan ini pasti jodohku.
Bagaimana hatiku bisa sesabar itu, melihatnya pergi dan kembali dari masa lalu.
memberi mu kapsul-kapsul bertuliskan tanya, apakah aku jadi istri seorang filsuf atau pilot?
Bagaimana bisa ku tahan malu ku di depan satu sekolah, kau yang bilang aku tak sama dengan dancer dan actress dari masa lalumu,
Aku terlalu berbeda, ak tetap menerimamu..mengajarkanmu kasih yang tulus dan juara. Bagaimana bisa kulakukan itu Jika kau bukan jodohku
4 Tahun yang lalu.
Aku fikir masa depanku sudah jelas.
laki-laki plin plan ini bukan jodohku.
Bagaimana bisa setelah selama ini dia tidak tahu, Bahwa hatiku pilu melihat keluargaku.
Tercerai berai tak menentu.
Bahwa ajakan manisnya untuk hidup bersama selamanya, membuatku haru dan ragu.
Ak memberimu tangisan dan tanya, kepada siapa kau akan memintaku? Sedangkan induk ku dimana aku tak tahu.
Apa kata keluargamu? dan aku meminta waktu.
Pilu ku tak selesai. Kau pergi karena tugasmu. Jauh di mamuju.
Sementara masa depan mengirimkan ku teman pilu yang dibungkus dasi kupu-kupu.
Dan aku menjadi ragu, apakah kau bisa sabar menunggu?
Kepulanganmu adalah obat rinduku tapi ku lihat tulisan mesra melati di handphone mu.
Aku fikir masa depanku sudah jelas
Aku akan bersama teman pilu berdasi kupu-kupu, menerima tak ada yang bisa menunggu,
menerima masa depan tanpa ada lelaki yang bisa memintaku, menerima pertanyaan kekal kemana induk mu.
Aku fikir masa depanku sudah jelas
Ketika Induk ku menemukan jalan kembali
dan aku sadar
Aku menyakiti laki-laki plin plan
Dan terlambat untuk mengatakan 'kita tak perlu menunggu lagi'
Tapi aku tahu di dalam hati.. memang ak hanya penjagamu..hingga jodohmu datang membawa pergi..
Aku fikir masa depanku sudah jelas
Awalnya teman pilu berdasi kupu-kupu, hanya seragam penghias duka
Salahku memakainya setiap hari, takut untuk meletakannya karena hanya dia yang ada.
Dia juga bilang aku berbeda dari teman lenggak lenggok adi busananya di udara.
Dia memintaku selalu disana berpilu bersama.
Maka ak umpamakan bahwa setiap hari adalah pesta, aku berusaha menorehkan gincu di bibir yg getir
Menghias warna-warni di pipi yang basah, mengenakan satu kalung untuk berdua.
kalung yang dipakai semakin sesak, dan menorehkan darah di leher dan dada
tolehan ke kanan dan ke kiri, aku dan teman pilu membuat sakit dan membuat kami berteriak
memaki, mencaci, memberontak.
Kalung ini tak bisa lagi dipakai beedua
Terlalu sempit dan menambah luka
Sebelumnya luka kami membawa ke tempat yang sama, Tapi sekarang jalan yang ingin dilalu berbeda
Ak menyamai langkahnya yang tidak menoleh ke belakang.
Hingga ak terjatuh dan sadar kalung itu hanya untuk satu orang.
1 Tahun yang lalu
Aku tak tahu masa depanku
Teman pilu tak tahu bahwa aku telah menyematkannya kasih yang tulus dan juara
tapi aku tahu di dalam hati.. Aku hanya penghapus pilu nya.. hingga takdir datang membawa pergi..
Aku tak tahu masa depanku
Masih terduduk dan melihat teman yang tdak pilu dan berdasi kupu-kupu dari jauh
sambil melihat sekeliling
Semua terlihat asing
Bibirku hanya terasa getir
Pipiku hanya tersisa basah
11 Tahun aku fikir masa depanku sudah jelas
laki-laki plin plan dan teman pilu berdasi kupu-kupu.
berhenti sampai disitu
tapi Tahun ini
Aku masih tak tahu masa depanku
Tapi aku yakin aku dapat belajar
belajar bahwa yang datang pasti akan pergi
yang pergi mungkin tidak akan kembali
mensyukuri bahwa teman yang paling setia adalah diri sendiri
Mensyukuri walau terjatuh aku bisa berdiri lagi
Sabtu, 09 Maret 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Kerennn tulisannyaaa ulannn! Sastra bangettt..
BalasHapusHehehe Akibat di Bandung galau sendirian :D Makaasiih kikii.. you're the best
BalasHapus