Selasa, 05 April 2011

Saya Menjadi BINTANG FILM

Depok, 2 April 2011

Saya dan teman- teman kontributor majalah Change datang untuk mengikuti pelatihan di kantor Yayasan Jurnal Perempuan (YJP).
Hari itu kita dapet 3 sesi dengan materi yang berbeda2..Kita dikasih pengertian tentang gerakan Sosial yang mana kalo gw ga salah tangkep ni ya..Kalo yg dinamakan gerakan sosial itu salah satu syaratnya yaitu mnyangkut HAM atau Gender.

Pendahuluan materinya dibuka oleh Bpak Aquino yang bercerita kalo dia ktmu pengemis yang bawa anak pas di jalan mau ke pelatihan. Dia bilang stigma yang beredar dalam masyarakat menyangkut masalah pemulung dan pengemis di Jakarta kira2 ada 2. kelompok pertama yang menganggap mereka patut dikasihani, mereka melakukan itu karena sudah tidak ada cara lain. Mereka mengemis, dan memulung karena mereka tidak punya cara lain untuk menghidupi diri mereka dan keluarga mereka. Kelompok kedua memandang bahwa merekalah yang pemalas. Mereka sebenarnya bisa berjualan, bekerja menjadi pembantu, atau menyapu,mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih layak dari itu. Merka sudah di tangkap dinas sosial dan diberi pelatihan tetapi mereka berfikir dengan mengemis mereka bisa mendapatkan lebih dari pada mereka berjualan dll.

Kontributor baru yang ikut pelatihan kira2 ada 16 orang trus masing2 mengemukakan pendapatnya. Ada yang pro pada pandangan pertama n ada juga yang pro pada pndangan kedua kyk gw.

lalu bapak aquino telah mempersiapkan kertas2 yang berisi pekerjaan. Jadi masing2 kontributor mengambil 1 kertas. Isi pekerjaanny beda2 dan kita disuruh membayangkan, menggambarkan secara detail apabila kita ada dalam posisi pekerjaan tersebut.

Contohnya gw dapet kertas peran BINTANG FILM. sosok diri gw yang gw deskripsikan menjadi bintang film adalah tipikal artis jaman sekarang yaitu putih, tinggi, langsing cantik, kaya, umur 29 tahun masih single, agak sombong tapi sebenarnya peduli, lulusan S1 dari australi, keturunan campuran belanda Indonesia.

yang lain ada yg dapet petani,pemulung, bos eksekutif, menteri, dosen, karyawan d3, dll..

setelah itu permainannya dimulai..Jadi Aquino ngebacain satu situasi..setiap situasi bisa kita lewatin dengan identitas pekerjaan kita maka kita dapet point tertentu..

Contoh:
Aquino : Jika anda dapat lulus SD maka dapet Point 3
Jika anda dapat lulus SMP dapet point 2
Jika anda dapat lulus SMA dapet point 1
jika anda dapat mengambil kursus tambahan dapet point 2
Jika anda punya bakat tertentu dapaet point 3
lulus s1 dapet point 2
Jika bisa beli motor tambah 1 jika semakin maju lalu motor bisa ditukar dengan mobil tambah 2
jika bisa buka usaha tambahan misalnya pinjem dari bank dapet point 2
msh banyak lagi

Kalo punya penyajkit point minus 2
kalo punya anak stiap anak point dikurang 1..dll

Jadi kalo gw kan bintang film udah lulus S1 pasti dapet point banyak kan tuh..
kalo yang perannya pemulung, mereka cuma dapet point sampe bisa lulus Sd setelah itu point pemulung berkurang karena punya penyakit biasanya kusta atau TBC..
lalu pemulung pun punya anak,point dikurangi lagi..

SI pemulung belum apa2 udah minus, mereka g SMP, mereka ga bisa pinjemke bank buat buka usaha, mereka ga punya kenalan banyak malahan point dikurangin karena penyakit dan anak..

SI Bintang Film yaitu saya point selalu bertambah..Apapun yang dikatakan Aquino untuk meningkatkan taraf hidup bisa dijalani oleh bintang film, point ga berkurang karena penyakit dan anak karena saya single..

lalu apa kesimpulannya?
Kita2 yang tadinya pro pada pandangan kedua bahwa mereka pemalas dan mau enaknya aja dengan meminta2 agak terbuka matanya bahwa semalas2nya mereka itu juga karena mereka cuma punya SEDIKIT BANGET kesempatan buat ngembangin diri..

Kalau saya bintang Film mau ambil barang untuk dijual lagi g akan repot karena orang akan percaya aja..
Kalau mereka pemulung mereka mau bayar dibelakang udah keburu dicurigain..

Kalo gitu apa yg harus dilakuin?yaitu membuka kesempatan bagi mereka.kalo mereka gmw yang penting kita sudah bergerak berjuang agar Indonesialebih baik.
Kita2 ngasih beberapa saran diantarany ada yg bilang kalo pemerintah harus lebih concern dengan masalh mereka, ada yg mengusulkan kegiatan2 sosial, ada yg ngusulin membentuk badan untuk para pengusaha untuk nyalurin Corporate Social reponsibility(CSR) ke mereka, dll..


Lalu Aquino menjelaskan karena hal diataslah sangat dibutuhkan adanya gerakan sosial..

Setiap Individu punya urusan n kepentingan masing2 untuk bertahan hidup..tetapi ada juga orang yang sadar untuk memikirkan orang lain..

Semakin banyak orang sadar yang memikirkan orang lain ini, akan semakin lebih baik kemajuan Indonesia..


Kegiatan diatas baru pembuka sesi pelatihan kami, masih ada materi tentang Anak muda oleh Inal, HAM oleh Ibu Saras Dewi dosen Filsafat yang cantiik, dan Gender oleh Afra..

Saya masih punya catatannya..Besok lagi di Sambung :)

Senin, 07 Maret 2011

Review film "Osama" dan Poligami

7 maret 2011

hari Sabtu kemaren, gw di ajakin temen gw anak FE untuk ke acaranya dia yaitu Islamic Movie days..

karena kebetulan siangnya gw ada kuliah umum d pacific place maka kita nnton movie screening yang paling Pagi berjudul "Osama"

Jadi Ceritanya di Afganistan kalo ga salah..di sana situasinya sewaktu kaum Taliban masih berkuasa..Di situ di ceritakan bagaimana seorang wanita sungguh tidak berguna dan sangat bergantung pada laki-laki karena wanita tidak boleh bekerja..
jangankan bekerja..mereka bahkan tidak boleh berjalan sendirian keluar rumah..
seorang Janda beranak satu bingung akan nasibnya..mereka tidak mempunyai satu pun keluarga laki2..tidak ada yang bekerja untuk mereka dan tidak ada yang melindungi mereka..mereka kelaparan..

Akhirnya sang Ibu terpaksa memotong rambut anak perempuannya sehingga menyerupai lelaki...sehingga sang anak akan dapat bekerja dan menghidupi keluarganya..

Sang anak perempuan itu pun di panggil Osama..sesungguhnya dia juga sangat ketakutan karena jika penyamarannya diketahui oleh Kaum taliban maka dia akan di hukum mati..
Osama harus ikut pelatihan militer, pelatihan keagamaan, dan kgiatan2 lain di ikutin oleh anak laki-laki..

sampai suatu ketika Osama di desak untuk memanjat pohon di depan sekolah oleh beberapa teman lelakinya untuk menunjukan bahwa dia bukan lah wanita..masalah muncul disini..Osama tidak dapat turun dari pohon dan semua anak ribut mengatakan bahwa dia wanita..karena ribut, maka pengurus Taliban datang..

akhirnya kethuanlah kalau osama sebenarnya perempuan..Ibunya dihukum mati..Osama sendiri menjadi Instri keberapa dari penguasa taliban..


Pas nonton film ini, langsung keinget banget sama kelasnya Mam retno mamoto. Ini bisa diangkat isunya pake kajian gender.

kalau menurut gw, dalam situasi ini lah lelakilelaki dibolehkan berpoligami. Untuk menolong janda yang tidak mempunyai anggota keluarga laki-laki.

Coba kalau kita lihat jaman sekarang. Apa alasan laki-laki mau poligami?