Senin, 07 Maret 2011

Review film "Osama" dan Poligami

7 maret 2011

hari Sabtu kemaren, gw di ajakin temen gw anak FE untuk ke acaranya dia yaitu Islamic Movie days..

karena kebetulan siangnya gw ada kuliah umum d pacific place maka kita nnton movie screening yang paling Pagi berjudul "Osama"

Jadi Ceritanya di Afganistan kalo ga salah..di sana situasinya sewaktu kaum Taliban masih berkuasa..Di situ di ceritakan bagaimana seorang wanita sungguh tidak berguna dan sangat bergantung pada laki-laki karena wanita tidak boleh bekerja..
jangankan bekerja..mereka bahkan tidak boleh berjalan sendirian keluar rumah..
seorang Janda beranak satu bingung akan nasibnya..mereka tidak mempunyai satu pun keluarga laki2..tidak ada yang bekerja untuk mereka dan tidak ada yang melindungi mereka..mereka kelaparan..

Akhirnya sang Ibu terpaksa memotong rambut anak perempuannya sehingga menyerupai lelaki...sehingga sang anak akan dapat bekerja dan menghidupi keluarganya..

Sang anak perempuan itu pun di panggil Osama..sesungguhnya dia juga sangat ketakutan karena jika penyamarannya diketahui oleh Kaum taliban maka dia akan di hukum mati..
Osama harus ikut pelatihan militer, pelatihan keagamaan, dan kgiatan2 lain di ikutin oleh anak laki-laki..

sampai suatu ketika Osama di desak untuk memanjat pohon di depan sekolah oleh beberapa teman lelakinya untuk menunjukan bahwa dia bukan lah wanita..masalah muncul disini..Osama tidak dapat turun dari pohon dan semua anak ribut mengatakan bahwa dia wanita..karena ribut, maka pengurus Taliban datang..

akhirnya kethuanlah kalau osama sebenarnya perempuan..Ibunya dihukum mati..Osama sendiri menjadi Instri keberapa dari penguasa taliban..


Pas nonton film ini, langsung keinget banget sama kelasnya Mam retno mamoto. Ini bisa diangkat isunya pake kajian gender.

kalau menurut gw, dalam situasi ini lah lelakilelaki dibolehkan berpoligami. Untuk menolong janda yang tidak mempunyai anggota keluarga laki-laki.

Coba kalau kita lihat jaman sekarang. Apa alasan laki-laki mau poligami?