Sudah lama banget ga nulis. My life has completely changed dari tahun 2014.
Kalau kita flashback, ternyata kita bisa lihat bagaimana kedatangan satu orang bisa completely change your life direction.
Tadinya saya punya pacar seems settled. Tapi semua fall apart.
Walaupun gw ga menyesal koq karena sadar itulah yang namanya ga jodoh.
Then, gw mencoba menjalani hubungan lain. This one is way more difficult. Karena prejudice sosial tentang dating someone above you, dating in office dan karkater orangnya sendiri yang super overthinking dan posesif.
2014 - 2017. Pekerjaan membaik, naik jabatan jadi Manager, teman-teman kantor menjauh, bisa beli mobil, bisa beli rumah, keluarga berkumpul lagi setelah bberapa tahun berpisah, Beasiswa S2. Hubungan dan pekerjaan are the top priority. I tried so hard to live up to his standard. I want him to be proud, i want him to be happy, I want him to be healthy. Sebaliknya He supported my finance, very nice to my family, support my work.
2017. The storm is getting bigger and often. Our lovely bubble distrupted karena saya harus kuliah setiap jum'at-sabtu. Friday is usually our day. Because saturday and sunday is family time. Too many new man di tempat kuliah, he was insecure. He snap even for a glance I make to other man. I snap with the same reason whenever he chat with other girl. It was getting toxic. We did not trust each other at all. he ignored me and mad with me continuously, I tried so hard to convince him and ask for his attention.
Finally, it ended in 2018. He blames that I was too close with other man, I blamed his ignorant and posesif negative mind. Then, start the journey of being single.
I've been in non stop relationship for 11 years. I don't know how to be single anymore.I feel misserable, I don't feel loved.
I have my best friend always, but we all have our own life and sometimes its only you alone.
Jadi dari 2018, I tried to put my life piece by piece. Mengisi gap yang biasanya di penuhi WA , telp, dan kegiatan bersama pasangan ke kegiatan sendiri yang membuat semangat.
I started project 29. Maksudnya perjalanan mencari jodoh dengan deadline di umur 29. It means this year 2019. Memangnya Jodoh bisa di paksa gitu?
Ya namanya juga berusaha dan berdoa kan ga ada salahnya.
First Journey di project 29 itu adalah dengan gw melist potential candidate dan melihat respond dari masing-masing kandidat tersebut kalo gw modusin. hahaha
So far cuman ad 3 tapi kayanya ga pada tertarik. Jadi tahap kedua gw cari di luar dengan make my self availabe. Gw install online dating app, ngbrol sama temen-temen minta kenalin ke temennya.
Akhirnya dikenalin ke dua orang. Yang satu sebut saja A dan yang satu Y.
A ini gercep banget. Langsung ngajak ketemuan, jemput ke kampus, dan segala SOP yang membuat lelaki terlihat gentleman kaya bukain pintu, bawain barang, dia juga sweet saying you are beautiful walopun chubby wkwkwk, dll. Satu yang sulit adalah kita berbeda Agama.
Y ini lambat banget. Selalu di chating aja ga pernah ngajak ketemuan. Tapi keliatannya sih soleh, sayang keluarga, pekerja keras.
Tahap ketiga adalah introspeksi diri. diagnosa symptom sosial yang gw punya.. kaya males ketemu orang baru, males memulai percakapan.. Awkward.. self esteem.. ga confidence.. juga instrospeksi lebih dalam lagi kaya suka negatif thinking, sifat pelupa, males beres2.. kurang solehah.. yang akan membuat gw sulit ketemu jodoh terbaik.. dan berusaha merubahnya
so far baru tiga tahap itu yang dilakuin.. itu aja udah sulit.. terutama tahap ketiga..karena susah merubah habit yang sudah bertahun tahun.. susah untuk commit sama janji ke diri sendiri waktu g ada yg ngawasin g ada yg nuntut.. means masih meremehkan diri sendiri.. bikin aturan sendiri melanggar sendiri..
kaya lagunya Dua Lippa - New Rules
Ditambah lagi sekarang lagi deadline thesis.. S2 dikit lagi selesaaai.. Amiin dan baru aja naik jadi Senior Manager.. Hidup semakin menantang..
Ayo kita tantang balik!!
Minggu, 20 Januari 2019
Langganan:
Postingan (Atom)
